Padat Karya di Padukuhan Mergan Sumberagung Moyudan dimulai dengan sosialisasi yang dilaksanakan pada 18 Oktober 2022 dihadiri narasumber dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, Lurah Sumberagung, Babinkamtibnas, Babinsa, tokoh masyarakat dan pekerja. Acara sosialisasi dimulai dengan pembukaan dilanjutkan sambutan dan pengarahan dari Lurah Sumberagung, Drs.H. Duldjiman. Drs.H. Duldjiman menyampaikan terima kasih atas program Padat Karya yang akan dilaksanakan di wilayah Kalurahan Sumberagung yang akan memacu pertumbuhan ekonomi warga masyarakat dan sebagai apresiasi pembangunan di wilayah Sumberagung. Drs.H. Duldjiman menambahkan agar pelaksanaan padat karya mengikuti ketentuan yang berlaku.
Narasumber dari Disnaker Sleman Sakri Warastrotomo, S.Sos, M.Si. menguraikan tujuan Padat Karya adalah untuk memberdayakan masyarakat dengan sasaran pengangguran, setengah pengangguran (bekerja di bawah 5 jam per hari) sekaligus pemulihan ekonomi dari masa pandemi Covid 19. Dalam masa pandemi Virus Covid-19 kesejahteraan masyarakat terkena dampak yang sangat serius, karena aktivitas perekonomian berkurang atau terhenti serta pengurangan tenaga kerja di perusahaan-perusahan sehingga menimbulkan banyaknya pengangguran baru.
Padat Karya dilakukan selama 20 hari dengan melibatkan 40 pekerja, 10 tukang dan 2 Ketua kelompok sehingga total melibatkan 52 pekerja. Padat Karya berlangsung tanggal 24 Oktober 2022 hingga 15 November 2022. Obyek sasaran padat karya dilakukan melalui musyawarah mufakat dimana semua RT dan RW di padukuhan Mergan mendapatkan program Padat Karya tersebut, disamping itu fungsi jalan sebagai akses pendidikan dan ekonomi sehingga akan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Narasumber dari Dinas Tenaga Kerja, Bambang Pamungkas menyampaikan program dari Dinas Tenaga Kerja kepada warga masyarakat diantaranya magang ke Jepang, pelatihan kerja, expo bursa lowongan kerja yang semuanya sudah dipublikasikan lewat akun media sosial Dinas Tenaga Kerja. Dengan mengikuti program magang ke Jepang pekerja migran dalam waktu 3 tahun bisa mendapatkan 300 juta, tentunya dilandasi semangat, kerja keras dan keluar dari zona nyaman. Tidak kalah penting menanamkan nilai kearifan lokal sebagai etos kerja yaitu nyawiji (fokus, integrity), greget (semangat), sengguh (confidence), ora mingkuh (tidak mudah putus asa dan menyerah). Semboyan Mahapatih Gadjah Mada yakni ginong pratidina yang berarti terus berbuat baik setiap hari dan selalu koreksi atas kekurangan, tetap relevan untuk diaktualisasi generasi penerus. Ginong pratidina bermakna setiap hari harus ada penambahan, harus ada perbaikan, ini yang menjadi sangat penting.
Bambang Pamungkas menambahkan pembangunan akses jalan merupakan salah satu dasar untuk mewujudkan Kawasan Strategis Cepat Tumbuh (KSCT) di Kabupaten Sleman.
Padat Karya Memacu Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi